Main Article Content

Abstract

Partographs are guidelines for childbirth observations that will facilitate labor assistants in first identifying emergency cases and complications for mothers and fetuses. Preliminary survey at the Sigi Community Health Sub-Center (Pustu) of the 8 Pustu midwives found two midwives (25%) to complete a complete partograph, six midwives (75%) incomplete. The purpose of this study was to determine the determinant factors associated with the use of partographs in labor. The design of this study used observational analytic methods with a cross-sectional approach. 24 BPM survey results were obtained with 30 samples of midwives who met the research criteria and data completeness. The sampling technique was by the total population. Data analysis used logistic regression. The multivariate analysis results showed that APN training was the most influential factor in the use of partographs in labor by midwives. Statistical test results obtained a POR value of 37.7 (95% CI 12.1 - 60.2). This study suggests that midwives must have APN certificates to be valid in providing services.

Keywords

Partographs skills attitudes normal childbirth care

Article Details

How to Cite
Silfia, N. N. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Partograf dalam Persalinan oleh Bidan Praktik Mandiri: Determinants of Partograph Use in Childbirth by Independent Practice Midwives. Jurnal Bidan Cerdas, 2(2), 72-80. https://doi.org/10.33860/jbc.v2i2.60

References

  1. Bazirete O, Mbombo N, Adejumo O. Utilisation of the Partogram among Nurses and Midwives in Selected Health Facilities in the Eastern Province of Rwanda. Curationis [Internet]. 2017 Aug 3;40(1). Available from: https://curationis.org.za/index.php/curationis/article/view/1751
  2. Sondakh JJS. Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Erlangga; 2013.
  3. Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka; 2010.
  4. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik-Kesehatan Reproduksi. Buku Acuan Persalinan Normal. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik-Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Jaringan Nasional Pelatihan Klinik-Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR); 2014.
  5. Kementerian Kesehatan R.I. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KEPMENKES) Nomor. 369/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan. 2007.
  6. Kasiati. Gambaran Kepatuhan Bidan Dalam Penerapan Penggunaan Partograf Di BPS Anggota IBI Ranting Surabaya Utara. Forikes. 2010;1(4).
  7. Susilowati S. Analisa Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pembuatan Partograf oleh Bidan di Puskesmas Dukuhseti Dan Puskesmas Tayu II Kabupaten Pati Tahun 2011. J Ilmu Kebidanan Dan Kesehat. 2013;3(2).
  8. Rantalaen L, Pratiwi V, Rosiyana NM. Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Bidan dalam Penggunaan Partograf di Kamar Bersalin RSUD Undata Palu. J Bidan Cerdas. 2019;1(3):59–64.
  9. Widiarti, Hamiki. Evaluasi Penggunaan Partograf oleh Bidan Delima di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah [Internet]. Universitas Gadjah Mada; 2007 [cited 2020 May 19]. Available from: http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/35890
  10. Yuliastuti E, Kartasurya MI, Widagdo L. Analisis Perbedaan Pemanfaatan Partograf dan Faktor-Faktor yang Terkait oleh Bidan di Desa dan Bidan Praktik Swasta di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012 [Internet]. [Semaranf]: Universitas Diponegoro; 2012 [cited 2020 May 19]. Available from: http://eprints.undip.ac.id/39815/
  11. Wijayanti IT, Sulistiyaningsih SH. Karakteristik pelatihan APN dalam Pertolongan Persalinan Sesuai Standar Operasional Prosedur APN. In: The 2 nd University Research Coloquium [Internet]. 2015 [cited 2020 May 19]. p. 366–70. Available from: https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/1612
  12. Monarisa. Analisis Sistem Pelaksanaan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal di Provinsi Sumatera Barat. Universitas Andalas; 2017.
  13. Wattimena M. Analisis Penerapan Standar Asuhan Persalinan Normal (APN) oleh Bidan di Rumah Sakit Umum Daerah Kapaten Sorong Papua Barat Tahun 2008 (studi Kualitatif). [Semarang]: Universitas Diponegoro; 2008.
  14. Konlan KD, Kombat JM, Wuffele MG, Aarah-Bapuah M. Knowledge and Attitudes of Midwives on the Use of the Partogram: a Study among Midwives in the Tamale Metropolis. Matern Heal Neonatol Perinatol [Internet]. 2016 Dec 25;2(1):2. Available from: http://mhnpjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s40748-016-0030-0
  15. Sari I. Hubungan antara Pengetahuan dan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) dalam Pelaksanaan Standar Asuhan Persalinan Normal (APN). In: PROSIDING: Seminar Nasional dan Presentasi Hasil-Hasil Penelitian Pengabdian Masyarakat. 2017. p. 119–28.
  16. Wahyuni S. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Bidan Desa dalam Penggunaan Partograf di Kabupaten Semarang Tahun 2011 [Internet]. [Semarang]: Universitas Diponegoro; 2011 [cited 2020 May 19]. Available from: http://eprints.undip.ac.id/40381/