Main Article Content

Abstract

The prevalence of under-five children under-red line in the working area of Karang Intan I Public Health Center is very high and continues to increase. In 2016 it was 10.3%, and in 2017 it was 12.2%. This study aimed to determine the factors associated with the occurrence of body weight below the red line in toddlers in the working area of Karang Intan 1. This study used analytic survey methods with cross-sectional approach. This study population was all toddlers, amounting to 801 people and a sample of 267 people with the purposive sampling method. The instrument used a questionnaire. The test used was the Chi-Square statistical test. The results showed a relationship between the history of exclusive breastfeeding (ρ=0.001), feeding patterns (ρ=0,000), history of infectious diseases (ρ=0.042), maternal visits to Integrated healthcare center (Posyandu) (ρ=0.002), family economic status (ρ =0,0151) with the occurrence of body weight below the red line (BGM) in infants. Conclusion: there is a relationship between exclusive breastfeeding, eating care, history of infectious diseases, maternal visits to the Posyandu, family economic status towards the occurrence of body weight below the red line in toddlers. Parenting is a significant determinant of BGM events. These determinants can be used for screening the development and growth of infants.

Keywords

Underweight Red Line Toddlers Exclusive Breastfeeding History Feeding Patterns

Article Details

How to Cite
Rusmilawaty, R., Tunggal, T., & Daiyah, I. (2020). Determinan Kejadian Berat Badan di Bawah Garis Merah (BGM) pada Balita : Determinants of Under-Red Line Weight Occurrence in Toddlers . Jurnal Bidan Cerdas, 2(2), 81-89. https://doi.org/10.33860/jbc.v2i2.64

References

  1. Kementerian Kesehatan R.I. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan R.I.; 2017.
  2. Kementerian Kesehatan R.I. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan R.I.; 2018.
  3. Proverawati A, Asfuah S. Gizi untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2009.
  4. Sandjaja A. Kamus Gizi : Pelengkap Kesehatan Keluarga. Jakarta: Penerbit Buku Kompas; 2009.
  5. Irianto K. Gizi Seimbang dalam Kesehatan Reproduksi = Balanced Nutrition in Reproductive Health. Bandung: Alfabeta; 2014.
  6. Marmi, Rahardjo K. Asuhan Neonatus Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Jogjakarta: Pustaka Pelajar; 2012.
  7. Marimbi H. Tumbuh Kembang Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Jogjakarta: Nuha Medika; 2010.
  8. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Profil Kesehatan Kabupaten Banjar 2017. Martapura: Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar; 2018.
  9. Astutik RY. Payudara dan Laktasi. Jakarta: Salemba Medika; 2014.
  10. Lastanto, Indri H, Cindy A. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Cebongan. J Stikes Kusuma Husada. 2014;1(1):1–14.
  11. Harahap SM. Pengaruh Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Bawah Garis Merah (BGM) Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan [Internet]. Universitas Sumatera Utara; 2014. Available from: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/45095
  12. Destriatania S, Febry F. Determinan Kejadian Anak Balita di Bawah Garis Merah di Puskesmas Awal Terusan. J Ilmu Kesehat Masy [Internet]. 2016;7(1):48–63. Available from: http://www.jikm.unsri.ac.id/index.php/jikm
  13. Sriyani. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Balita Bawah Garis Merah (BGM) di Wilayah Kerja Puskesmas Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Poltekkes Kemenkes Banjarmasin; 2018.
  14. Jevita jhodit JJ, Wibowo H. Balita Bawah Garis Merah di Wilayah Kerja Puskesmas Cukir Diwek Jombang. Ilmu kebidanan [Internet]. 2015;1(2):1–7. Available from: http://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikeb/article/download/73/71/
  15. Hilmiyah K, Afriyani LD. Hubungan Kepatuhan Dalam Kunjungan Posyandu Terhadap Status Gizi Balita Di Desa Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Indones J Midwifery. 2018;1(2):85–8.
  16. Safitri YA, Darmaningtyas IP. Pola Makan Batita “Z” Dengan Status Gizi Bgm (Bawah Garis Merah) Di Puskesmas Ketawang Kabupaten Malang. J Hesti Wira Sakti. 2016;4(1):94–100.
  17. Wahyudi BF, Indarwati R, Wahyudi BF. Analisis faktor yang berkaitan dengan kasus gizi buruk pada balita. J Pediomaternal. 2015;3(1):83–91.
  18. Linda. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Puskesmas Kamonji. J Bidan Cerdas. 2018;1(1):27–33.
  19. Nurhalimah. Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Aranio Kabupaten Banjar. Poltekkes Kemenkes Banjarmasin; 2018.
  20. Sari G, Lubis G, Edison E. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Usia 3-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang 2014. J Kesehat Andalas [Internet]. 2016 Aug 11;5(2). Available from: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/528
  21. Putri RF, Sulastri D, Lestari Y. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. J Kesehat Andalas [Internet]. 2015 Jan 1;4(1). Available from: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/231