Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi baduta pada keluarga penerima raskin di Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara Kota Palu. Penelitian deskriptif. Dilakukan di kelurahan Taipa  Kecamatan Palu Utara pada tanggal 28-30 Juli 2018. Populasi adalah seluruh baduta pada keluarga yang menerima raskin di kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara kota palu yang berjumlah 38 orang. Sampel menggunakan total populasi sebanyak 38 anak baduta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34,2% Kepala keluarga berpendidikan tamat SLTP/MTS. Bekerja sebagai pekerja harian 23 orang (60,5%) dan sebagai buruh yaitu 14 orang (36,8%). Baduta pada keluarga penerima raskin yang mempunyai masalah gizi kurang berjumlah 10 baduta (26,3%) dan gizi buruk 2 orang (5,3%). Postur tubuh Sangat Pendek berjumlah 4 baduta (10,5%) dan pendek 6 orang (15,8%). Baduta yang sangat kurus sebanyak 2 baduta (5,3%) dan kurus berjumlah 6 baduta (15,8%). Kesimpulan dan saran; status gizi dari 38 orang anak Baduta keluarga penerima raskin yaitu gizi kurang 26,3%,  gizi buruk 5,3%. Sangat pendek 10,5%, pendek 15,8%. Sangat kurus 5,3% dan kurus 15,8%. Disarankan agar selain memperoleh beras miskin, keluarga baduta juga memperoleh Makanan tambahan khusus untuk baduta di setiap keluarga agar status gizi baduta menjadi lebih baik.

Keywords

Status gizi baduta beras miskin

Article Details

How to Cite
Amsal. (2020). STATUS GIZI BADUTA PADA KELUARGA PENERIMA BERAS MISKIN (RASKIN) DI KELURAHAN TAIPA KECAMATAN PALU UTARA KOTA PALU. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(2), 95-101. https://doi.org/10.33860/jik.v12i2.20

References

  1. 1. Adriani M, Wirjatmadi B. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group; 2012.
  2. 2. Development Intiatives. Global Nutrition Report Nourishing the SDGs. Bristol; 2017.
  3. 3. Kemenkes RI. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) dan Penjelasannya Tahun 2016. Jakarta; 2016.
  4. 4. Dinkes Provinsi Sulteng. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015. Palu; 2015. 1-170 p.
  5. 5. Santi, Andrias DR. Hubungan Ketersediaan Pangan dan Keteraturan Penerimaan Raskin Dengan Status Ketahanan Pangan Rumah Tangga Penerima Raskin. Media Gizi Indones. 2015;10(2):97–103.
  6. 6. Luciasari E, Permanasari Y, Almasyhuri. Faktor-faktor penyimpangan Postif (Positive Deviance) Status Gizi Balita pada Keluarga Miskin di Kabupaten Gizi Kurang Rendah dan Tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. J Penelit Gizi dan Makanan. 2011;34(2):114–22.
  7. 7. Hardinsyah M, Supariasa IDN. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. I. Hardinsyah, Supariasa D, editors. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2016.
  8. 8. Thohirun, Sulistiyani, Wahyuningrum RM. Tingkat Konsumsi dan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun pada Keluarga Miskin di Daerah Pesisir Situbondo. Ikesma [Internet]. 2010;6(1). Available from: http://jurnal.unej.ac.id/index.php/IKESMA/article/view/1640
  9. 9. Massa A. Pagu raskin Sulteng 2015 tidak berubah. Antara Sulteng. 2015;2.
  10. 10. Hastuti, Sulaksono B, Mawardi S. Tinjauan Efektivitas Pelaksanaan Raskin dalam Mencapai Enam Tepat Tinjauan Efektivitas Pelaksanaan Raskin dalam Mencapai Enam Tepat. Lembaga Penelitian Smeru Research Institute. 2012.
  11. 11. Mirip E, Punuh MI, Malonda NSH. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi dengan Status Gizi pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. J KESMAS [Internet]. 2015;2(1):1–9. Available from: https://ejournalhealth.com/index.php/kesmas/article/viewFile/475/463
  12. 12. Maryam S, Gani FA. Gambaran tingkat Ketersediaan Pangan Keluarga dan Status Gizi Balita pada Keluarga Miskin di Desa Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. JESBIO. 2015;IV(2):23–8.
  13. 13. Aidina CN, Lubis Z, Ardiani F. Pola Makan,Kecukupan Gizi, dan Status Gizi Balita pada Keluarga Miskin, Kalurahan Kenangan Baru. J Gizi, Kesehat Reproduksi dan Epidemiol [Internet]. 2010;1(4):1–8. Available from: https://jurnal.usu.ac.id/index.php/gkre/article/view/11385
  14. 14. Herlistia BHR, Muniroh L. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan Sanitasi Rumah dengan Status Gizi Bayi Keluarga Miskin Perkotaan. Media Gizi Indones [Internet]. 2016;10(1):76–83. Available from: https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/3130
  15. 15. Mangende HD, Rumapea P, Palar N. Implementasi Kebijakan Penyaluran Beras Rakyat Miskin Di Desa Poopoh Kecamatan Tombariri Kabupaten. J Adm Publik [Internet]. 2016;1(37):1–10. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JAP/article/view/11761
  16. 16. S RS. Implementasi Program Beras Miskin untuk Masyarakat Miskin di Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darusalam. J Online Mhs Bid Ilmu Sos dan Ilmu Polit [Internet]. 2016;3(2):1–10. Available from: https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/9848/9510
  17. 17. Nugraha DP, Santoso RS. Implementasi Program Beras Miskin di Wilayah Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. J Public Policy Manag Rev [Internet]. 2017;6(1):1–19. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/view/14564/14089