Main Article Content

Abstract

Meningkatnya prevalensi penyakit HIV-AIDS di Indonesia disebabkan rendahnya keinginan individu yang berisiko datang ke tempat Counseling And Voluntary Testing (VCT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) pada Waria dengan pendekatan Health Belief Model (HBM) melalui Pendidikan Kesehatan di Sulawesi Tengah. Menggunakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan rancangan one group pre test post test design, dengan jumlah 95 sampel. Analisa data dengan Uji Mann Witney. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian menunjukan responden umumnya berumur 21-25 (34,7%), ber pendidikan SMA 88,4%. Sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan dengan Pendekatan Health Belief Model responden yang berkeyakinan kuat hanya 54,7%, setelah diberikan intervensi responden yang berkeyakinan kuat meningkat menjadi 65,3%. Ada pengaruh persepsi responden dengan menggunakan pendekatan health belief model melalui pendidikan kesehatan terhadap pemanfaatan voluntary counselling and testing (VCT) pada waria di Sulawesi Tengah dengan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan bahwa dengan uji statistik Mann-Whitney Test. Penelitian ini menyarankan agar UPT Promosi Kesehatan dan Komisi penanggulangan HIV AIDS selalu mensosialisasikan tentang pendidikan kesehatan pemanfaatan VCT dengan pendekatan health belief model agar dapat meningkatkan pengetahuan dan persepsi masyarakat terutama populasi dengan risiko tinggi penyakit HIV/AIDS.

Keywords

Voluntary Counseling and Testing (VCT) Health Belief Model Pendidikan Kesehatan

Article Details

How to Cite
Kunoli, F. J., Saleh, A., Nurhany, A., Amyadin, A., Condeng, B., Supetran, I. W., Patompo, M. F. D., & Malik, S. A. (2020). Bimbingan dan Pengujian Sukarela dengan Pendekatan Health Belief Model pada Waria di Sulawesi Tengah: Counseling And Voluntary Testing With The Health Belief Model Approach To Waria In Central Sulawesi. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(2), 149-155. https://doi.org/10.33860/jik.v14i2.367

References

  1. Restianti Hetti, 2014. Menerapkan Budaya Hidup Sehat Mengenal Bahaya Seks Bebas. Sarana Ilmu Pustaka, Bandung
  2. Twet, 2013. Lebih Jauh dengan HIV/AIDS dan Penanggulanggannya http://netsains.net.lebih-jauh-dengan-hivaids-dan penanggulanggannya/
  3. Mathers, C.D. and D. Loncar, 2012, Projections Of Global Mortality And Burden Of Disease From 2002 to 2030. Plos Medicine
  4. Kemenkes RI, 2014, Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014, Jakarta
  5. Carmelita PD, et al, 2017, Analisis faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Skrining IMS oleh Lelaki Suka Lelaki Sebagai Upaya Pencegahan HIV, 5pp.486-495
  6. Kemenkes RI, 2017, Laporan Perkembangan HIV-AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Triwulan I, Jakarta
  7. Diaming Kang. 2013. An Integrates Individual, Community adn Structural Intervention to Reduce HIV/STI Risk among Female Sex Workers in China. BMC Health, 13:717
  8. Irwan Budiono. 2012. Konsistensi Pengguna Kondom oleh Wanita Pekerja Seks/ Pelanggannya. Jurnal Kemas, 7(2):89-94
  9. Arulita , Ika, Febrina, 2013, Keikutsertaan Pelanggan Wanita Pekerja Seks Dalam Voluntary Conseling And Testing (VCT), Universitas Negeri Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat, http://journal.unnes.ac.id/nju/ index .php/kemas
  10. Abebe, 2006. Perception of High School Students towards Voluntary HIV Counseling and Testing, using Health Belief Model in Butajira, SNNPR. Thesis, Master of Public Health, Addis Ababa University
  11. Purwaningsih, dkk, 2014, Analisis Faktor Pemanfaatan VCT pada Orang Risiko Tinggi HIV/AIDS, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Kampus C Mulyorejo Surabaya
  12. Kemenkes RI, 2012, Profil Kesehatan Indonesia tahun 2012, Jakarta
  13. Niken Arista P, dkk, 2018, Faktor Pendorong Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) oleh Lelaki Suka Lelaki di LSM Gaya Nusantara. Program Studi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Jurnal Ners dan Kebidanan, Volume 5 Nomor 2
  14. Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta
  15. Yenni Apriana W, dkk, 2016, Health Belief Model: Health Preventive Behavior of Sexually Transmitted Infection in Female Sex Workers in Surakarta, Journal of Health Promotion and Behavior (2016), 1 (2): 70-78 https://doi.org/10.26911/thejhpb
  16. Bock, 2009. Factors Infl uencing the Uptake of HIV Voluntary Counseling and Testing in Namibia. Thesis. Vrije University Amsterdam. Netherlands, hlm. 12–29
  17. Rosenstock IM, Strecher VJ, Becker MH. 1988. Social Learning Theory and The Health Belief Model. Vol. 15. 175-183. San Francisco
  18. Machfoedz, I., Suryani E. 2009. Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. F Tranaya, Yogyakarta
  19. Priyoto, 2014, Teori Sikap dan Perilaku dalam Kesehatan Dilengkapi Contoh Kuesioner. Cetakan ke 1. Medical Book. Nuha Medika, Pacitan.