Main Article Content

Abstract

Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut berada diurutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Terjun, dimana balita merupakan penderita ISPA terbanyak yang mendapat pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan karakteristik balita (umur, status ASI serta status Immunisasi) dan kebiasaan merokok angota keluarga di rumah dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Besar sampel 100 anak balita yang berumur < 5 tahun, distribusi sampel secara proposional, cara pengambilan data purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji che square. Hasil penelitian yaitu kelompok umur balita ≥ 12 Bulan (12 – 59 bulan) sebesar 78%, Mendapat ASI sebesar 71%, status imunisasi tidak lengkap sebesar 59%, terdapat Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga di rumah sebesar 51%, dan ISPA sebesar 34%. Uji Chi-square menunjukkan faktor yang berhubungan signifikan terhadap kejadian ISPA yaitu umur balita p value= 0,041 dengan PR=2,329 (95% CI = 1,122 – 4,834) dan kebiasaan merokok anggota keluarga di rumah p value=0,029, dengan PR = 1,595 (95% CI = 1,107-2,296). Kesimpulan yaitu ada hubungan signifikan antara umur balita dan kebiasaan merokok anggota keluarga di rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Terjun

Keywords

Kejadian ISPA umur merokok balita

Article Details

How to Cite
Manalu, G., Nurmaini, & Gerry, S. (2021). Hubungan Karakteristik Balita dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga di Rumah dengan Kejadian ISPA. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 158-163. https://doi.org/10.33860/jik.v15i2.479

References

  1. 1. WHO. Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi di fasilitas pelayanan kesehatan: Pedoman Interim WHO. Jenewa: World Health Organization; 2007.
  2. 2. WHO. The Global Impact of Respitory Dieases. Gord Publication the Global Impact of Respitory diseasesWorld Health Deases. (2017).
  3. 3. Dasar RK. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDA). Jakarta; 2018.
  4. 4. Ramadhaniyanti, N.,Budiyono N. Faktor-Faktor Risiko Lingkungan Rumah dan Prilaku yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara. 2015;vol.3.
  5. 5. Dinas Kesehatan Kota Medan. Laporan Tahunan Kegiatan Tahun 2018. Kota Medan; 2018.
  6. 6. Riyanto A. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi-2. Penerbit Kuha Modika Yogyakarta; 2015.
  7. 7. Iskandar A, Tanjuwjiaya S, Yuniarti L. Hubungan jenis kelamin dan usia anak satu tahun sampai lima tahun dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Global Medical and Health Communication. 2015;3(1):1–6.
  8. 8. Maharani D, Yani FF, Lestari Y. Profil Balita Penderita Infeksi Saluran Nafas Akut Atas di Poliklinik Anak RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2012-2013. Jurnal Kesehatan Andalas. 2017 Jul 20;6(1):152–7.
  9. 9. Maulidiyah, D., Retno A. Hubungan Usia Balita dan Sanitasi Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA di Desa Tumapel Kabupaten Mojokerto. 2017;
  10. 10. Fitriawati D. Hubungan antara tingkat keparahan ISPA pada balita usia 0-5 tahun dengan persepsi orang tua terhadap kerentanan anak (prental perception of child vulnerability) di Puskesmas Porong Kabupaten Sidoarjo [Skripsi]. [Malang]: Universitas Brawijaya; 2013.
  11. 11. Palmeira P, Carneiro-Sampaio M. Immunology of breast milk. Rev Assoc Med Bras. 2016 Sep;62:584–93.
  12. 12. Cheryn, D P. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. 2015;(fkm Universitas Sam Ratulangi Manado).
  13. 13. Thapa P, Pandey AR, Dhungana RR, Bista B, Thapa B, Mishra SR. Risk of ARI among Non-exclusively Breastfed Under-Five Passive Smoker Children: A Hospital-Based Cross-sectional Study of Nepal. Front Public Health. 2016 Feb 23;4:23.
  14. 14. Hanson LA. Human milk and host defence: immediate and long-term effects. Acta Paediatr Suppl. 1999 Aug;88(430):42–6.
  15. 15. Kementerian Kesehatan RI. Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. Jakarta; 2014.
  16. 16. Hidayatullah LM, Helmi Y, Aulia H. Hubungan Antara Kelengkapan Imunisasi Dasar dan Frekuensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita yang Datang Berkunjung ke Puskesmas Sekip Palembang 2014. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2016;3(3):182–93.
  17. 17. Cattaneo A. Current role of vaccination in preventing acute respiratory infections in children in developing countries. Monaldi Arch Chest Dis. 1994 Feb;49(1):57–60.
  18. 18. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2013;
  19. 19. Sambominanga PS, Ismanto AY, Onibala F. Hubungan pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian penyakit ISPA berulang pada balitas di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Jurnal Keperawatan. 2014 Aug 8;2(2):1–7.
  20. 20. Dumilah R. Determinan Kebiasaan Merokok Kepala Keluarga Pada Balita Penderita Ispa Di Desa Karangharja. Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan. 2016 Jan 10;7(1):31–8.
  21. 21. Jones LL, Hashim A, McKeever T, Cook DG, Britton J, Leonardi-Bee J. Parental and household smoking and the increased risk of bronchitis, bronchiolitis and other lower respiratory infections in infancy: systematic review and meta-analysis. Respiratory Research. 2011 Dec 1;12(1):5.
  22. 22. Cinar N, Dede C, Cevahir R, Sevimli D. Smoking status in parents of children hospitalized with a diagnosis of respiratory system disorders. Bosn J Basic Med Sci. 2010 Nov;10(4):319–22.