Main Article Content

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perioritas pemerintah untuk ditanggulangi. Kurang nafsu makan cenderung membuat intake nutrisi tidak terpenuhi. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasikan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian ramuan tradisional ketumbar dan madu untuk meningkatkan nafsu makanbalita yang mengalami gizi kurang. Desain penelitian studi kasus menggunakan dua subjek (keluarga) yang mempunyai balita gizi kurang dan nafsu makan kurang. Fokus intervensi adalah pemberian ramuan tradisional pada balita oleh keluarga. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa ramuan tradisional dapat meningkatkan porsi makan, jenis makanan yang dikonsumsi bervariasi, dan berat badan dari 10,6 kg menjadi 11,6 kg pada An. A, dan 11,1 kg menjadi 11,8 kg pada An. V. Kemandirian dua keluarga dari KM II menjadi KM III. Kesimpulan penelitian adalah pemberian ramuan tradisional ketumbar dan madu oleh kaluarga dapat memperbaiki nafsu makan dan berat badan walaupun berat badan belum mencapai berat badan normal karena keterbatasan waktu untuk memberikan intervensi. Disarankan pada keluarga untuk mengsosialisakan manfaat ramuan tradisional kepada keluarga lain yang mempunyai keluhan yang sama dan untuk peneliti selanjutnya di sarankan untuk mengembangkan penelitian dengan desain kuantitatif experimental.

Keywords

Ramuan tradisional balita gizi kurang keluarga nafsu makan

Article Details

References

  1. Zulfita PN. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Kurang Buruk pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang TAhun 2013. STIKes Mercu Bakti Jaya.; 2013.
  2. Depkes R. Suplementasi Gizi. Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat. 2009;
  3. World Health Organization. Angka Kematian Bayi.
  4. Sigit. Agroforestry Swadaya [Internet]. Available from: http:///agro-forestry-swadaya.html
  5. Gupta, G. K., Rani, S., & Kumar R. Analysis of management of supracondylar femur fracture by locking compression plate. 2016;2(4):218–222.
  6. Santoso. Susu dan Yoghurt Kedelai. 2009.
  7. Ferdinand. Metode Penelitian Manajemen,. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro; 2012.
  8. Santrock JW. Life – Span Development, Perkembangan Masa Hidup. 13th ed. Jakarta: Erlangga; 2011.
  9. Sunarjo D. Kesulitan makan pada anak [Internet]. Available from: rsud.patikab.go.id/download/KESULITAN MAKAN PADA A%0ANAK.pdf
  10. Bulechek et al. Nursing Intervension Classification. Elsevier. 2013.
  11. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. 2017.
  12. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014. Jakarta;
  13. Maglaya A. Nursing Peraktice In Comunity. Marika City: Argounauta; 2012.
  14. Ali Z. Pengantar Keperawatan Keluarga. EGC. Jakarta; 2006.
  15. Ostberg, M., & Hagelin E. Feeding and Sleeping problems in infancy a follow up at early school age. Blackwell Publ Ltd. 2010;37:11–25.
  16. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penyehatan Udara Dalam Rumah. 2011.
  17. Proverawati, Atikah dan Rahmawati E. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika; 2012.
  18. Kesuma A, Novayelinda R, Sabrian F. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Kesulitan Makan Anak Pra sekolah. JOM. 2015;2(2):953–61.
  19. Depkes RI. Suplementasi Gizi. Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat. 2009;
  20. NANDA-I. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2018−2020.
  21. Bulechek et al. Nursing Intervension Classification. Elsevier; 2013.
  22. Ade S. Jangan Sembarang Minum Air Ketumbar Jika Alami 5 Kondisi Tubuh Ini, Bisa Berbahaya! [Internet]. 2019. Available from:https://intisari.grid.id/read/031604890/jangan-sembarang-minum-air-ketumbar-jika-alami-5-kondisi-tubuh-ini-bisa-berbahaya?page=all
  23. Hartono. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Jakarta: Sagung Seto; 2014.
  24. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. 2017;
  25. Astawan M. Pangan Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal. 2012; Available from: http://masnafood.com
  26. Winarno F. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2009.