Main Article Content

Abstract

Pendahuluan: Congestive heart failure adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient. Masalah yang sering muncul pada pasien congestive heart failure salah satunya yaitu gangguan tidur. Penatalaksanaan gangguan tidur diantaranya mengunakan pendekatan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu pendekatan non farmakologis adalah pengaturan posisi tidur lateral kanan dan semifowler. Tujuan penulisan mengidentifikasi studi literatur tentang posisi tidur dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien congestive heart failure. Metode penelusuran database yang digunakan dalam studi literature ini yaitu database elektronik seperti ScienceDirect dan website: google dan google scholar. Hasil penelitian ada 7 jurnal yang diidentifikasi dan diterbitkan dari 2015-2019. Hasil dari jurnal menunjukan bahwa pengaturan posisi tidur lateral kanan dan semifowler efektif mengatasi masalah gangguan tidur pada pasien CHF. Saran: diharapkan peran perawat dan peneliti selanjutnya agar dapat menerapkan intervensi pemberian posisi tidur lateral kanan dan semifowler untuk meningkatkan kualitas tidur pasien CHF.

Keywords

CHF sleep position sleep quality right lateral position semifowler

Article Details

References

  1. Irnizarifka. Buku Saku Jantung Dasar. Jurnal Kesehatan Budi Luhur. Bogor: Ghaila Indonesia; 2011.
  2. World Health Organization. Prevention of Casdiovascular Disiase. Switzerland: World Health Organization; 2016.
  3. Kementerian Kesehatan R.I. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan R.I.; 2018.
  4. Davey P. At A Gilance Medicine. Jakarta: EGC; 2005.
  5. Guyton, A. C, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 12 ed. Jakarta: EGC; 2014.
  6. Potter, Perry. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. 4 ed. Jakarta: EGC; 2010.
  7. Yesni M. Pengaruh Terapi Posisi Lateral Kanan Terhadap Kualitas Tidur Pasien Gagal Jantung Di Rsup M Djamil Padang. J Akad Baiturrahim Jambi [Internet]. 2019;8(1):117. Tersedia pada: http://jab.stikba.ac.id/index.php/jab/article/view/109/81
  8. Puspita D. Efektifitas Posisi Tidur Miring Kanan dan Semifowler Terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. J Keperawatan dan Kesehat [Internet]. 2019;10(1):35–47. Tersedia pada: http://jurnal-stikmuh-ptk.id/index.php/JK2/article/view/105
  9. Udjianti W. Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika; 2010.
  10. Smletzer, Bare. Keperawatan Medikal Bedah, brunner & suddarth. 8 ed. Jakarta: EGC; 2013.
  11. Khayat R, Jarjoura D, Porter K, Sow A, Wannemacher J, Dohar R, et al. Sleep Disordered Breathing and Post Discharge Mortality in Patients with Acute Heart Failure. Eur Heart J. 2015;36(23):1463–9.
  12. Mehra R, Gotlieb D. A Paradigm Shift in the Treatment of Central Sleep Apnea in Heart Failure. Chest. 2018;148(4):848–51.
  13. Khasanah S, Pambudi HS. Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Pada Posisi Miring Ke Kanan. Viva Med. 2015;7(12):86–95.
  14. Indrawati L, Nuryanti L. Hubungan Posisi Tidur Dengan Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure. J Kesehat Budi Luhur [Internet]. 2018;11(2):401–10. Tersedia pada: http://jurnal.stikesbudiluhurcimahi.ac.id/index.php/jkbl/article/view/jkbl11217
  15. Alimul A. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Perawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2009.
  16. Doengoes. Rencana asuhan keperawatan : pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta: EGC; 2011.