Main Article Content

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) diartikan sebagai penyakit metabolisme yang termasuk dalam kelompok gula darah yang melebihi batas normal atau hiperglikemia (lebih dari 120 mg/dl), karena itu DM sering disebut juga dengan penyakit gula. Penyakit diabetes melitus  adalah masalah kesehatan yang besar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah penderita diabetes dari tahun ke tahun. Berdasarkan faktor resiko DM terbagi menjadi 2 tipe yaitu: tipe I dan tipe II. Individu yang menderita DM tipe I memerlukan suplai insulin dari luar (eksogen insulin). sedangkan individu dengan DM tipe II resisten terhadap insulin. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan relaksasi otot progresif terhadap tingkat ansietas pada asuhan keperawatan dengan kasus diabetes melitus di ruangan interna RSUD Poso. Metode Penelitian: Yaitu dengan menggunakan metode pemberian tindakan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Ansietas Pada Asuhan Keperawatan Dengan Kasus Diabetes Melitus. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan implementasi selama 4 hari 2 kali penerapan relaksasi otot progresif, tingkat ansietas pasien tampak berkurang. Setelah dilakukan tindakan Relaksasi Otot Progresif selama 4 hari diharapkan tingkat ansietas pasien dapat berkurang dengan kriteria: tingkat ansietas hanya ringan, dan selalu menunjukkan pengendalian diri terhadap ansietas. Saran: diharapkan perawat yang ada di rumah sakit dapat memberikan penerapan relaksasi otot progresif secara optimal kepada pasien yang mengalami ansietas pada kasus diabetes melitus.

Keywords

Ansietas Diabetes Melitus Relaksasi Otot Progresif

Article Details

References

  1. Maulana M. Mengenal Diabetes Melitus Panduan Praktis Menangani Penyakit kencing Manis. Jakarta: Katahati; 2015.
  2. American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes 2017. Volume 40. USA: ADA; 2017.
  3. Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah. Prevalensi Diabetes Melitus di Sulawesi Tengah [Internet]. 2018. Available from: https://dinkes.sultengprov.go.id/
  4. Muflihatin SK. Hubungan Tingkat Stres Dengan Kadar Glukosa Darah Pasien DM Tipe 2 Di RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Samarinda; 2015.
  5. Tarwoto, Wartonah. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. 4th ed. Jakarta: Trans Info Medika; 2015.
  6. Novitasari R. Diabetes Melitus Medical Book. Yogyakarta: Nuha Medika; 2012.
  7. Stuart G. Principles and Practice of Psychiatric Nursing. 7th ed. Philadephia: Mosby; 2013.
  8. Conrad A, Roth W. Muscle relaxation therapy for anxiety disorders: It works but how? J Anxiety Disord. 2012;21:243–64.
  9. Marks TI. Master Your Sleep, Proven Methode Simplied. USA: Bascom Hils Publish Group; 2011.
  10. TOBING D., Keliat BA, Wardani I. Pengaruh Progressive Muscle Relaxation dan Logoterapi Terhadap Ansietas Dan Depresi, Kemampuan Relaksasi dan Kemampuan Memaknai Hidup Klien Kanker di RS Kanker Dharmais. J Ilmu Keperawatan. 2012;7:79–86.
  11. Gitanjali N, Sreehari R. Progressive Relaxation as A Muti-Pronged Pyschotherapeutic Technique For Anxiety. Amrita J Med. 2014;10:1–44.