Main Article Content

Abstract

In an attempt to accelerate the decline of AKI and AKB, the health sector made a breakthrough using the Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), midwifemedicaster relations, the utilization of MCH, and the practical revitalization of Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu Anak (PWS KIA). The role of health service workers in the practice of Integrated Service Posts are crucial. Alas, a huge number of health service workers have the lack of comprehension and skills in regards of doing their tasks. The purpose of social service is to identify the characteristics of the Integrated Health Service workers that take parts in social service (i.e. Age, Education Level, and  their tenure as health services workers). Efforts regarding the development of the service workers’ comprehension of KIA books, and the effectiveness of MCH books towards society, particularly health service workers. The methods used are lectures and discussions. the results gained from the participants are as follows: Ages in the range of 27-63 years, Tenures in the range of 2-32 years, and Education Levels in the range of Junior high-university graduates. The numerical mean for pretest is 48.57 and for post test is 64.89. An increased number of mean had been achieved by 16.33. This result concludes that education may develop the comprehension of health service workers in the utilization of MCH book.


 

Keywords

Knowledge Posyandu Cadre MCH Book

Article Details

How to Cite
Rahmawati, E., Setyawati, E., & Nurhasanah, N. (2020). Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Penggunaan Buku KIA. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 56-63. https://doi.org/10.33860/pjpm.v1i2.105

References

  1. Ainiyah, N. H., Hakimi, M., & Anjarwati, A. (2018). The use of Maternal and Child Health (MCH) handbook improves healthy behavior of pregnant women. Majalah Obstetri & Ginekologi, 25(2), 59. https://doi.org/10.20473/mog.V25I22017.59-62
  2. Aspar, P. (2015). Proyek Perubahan. Laporan Diklat PIM IV.
  3. Badan Pusat Statistik. (2016). Profil Penduduk Indonesia Hasil Supas 2015. Badan Pusat Statistik.
  4. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. (2015). Profil Kesehatan Tahun 2015.
  5. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. (2017). Profil Kesehatan kota Balikpapan 2017.
  6. Fardila, E., & Risma, R. (2019). Hubungan Pelatihan Keterampilan Dengan Pengetahuan Kader Tentang Peran Fungsi Sistem 5 Meja Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2018. Jurnal Sehat Masada, XIII(1), 65–73.
  7. Handika, F. F. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Keaktifan Kader Dalam Menjalankan Posyandu Balita Di Desa Pacalan Wilayah Kerja Puskesmas Plaosan [Universitas Muhammadiyah Surakarta]. http://eprints.ums.ac.id/41750/
  8. Juliati, Badiran, M., & Ain, N. (2019). Peran Kader dalam Pelaksanaan Kegiatan Posyandu di Dusun Titipanjang Wilayah Kerja Puskesmas Bunut Kab. Labuhan Batu Selatan. Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat., 4(2), 72–80. http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JMKM/article/view/880
  9. Kementerian Kesehatan R.I. (2015). Petunjuk Teknis Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kementerian Kesehatan R.I. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/JUKNIS BUKU KIA 2016.pdf
  10. Kementerian Kesehatan R.I. (2017). Laporan Survei Indikator Kesehatan Nasional 2016.
  11. Kementerian Kesehatan R.I. (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2018. Kementerian Kesehatan R.I.
  12. Kementerian Kesehatan R.I., & Pokjanal Posyandu Pusat. (2012). Kurikulum dan Modul Pelatihan Kader Posyandu. Kementerian Kesehatan R.I.
  13. Krisnana, I., Rachmawati, P. D., & Airlangga, U. (2017). Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu tentang PMT Dalam Upaya Pencegahan Gizi Buruk pada Balita. Pediomaternal Nursing Journal, 4(1–5). https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fisip/article/view/372/305
  14. Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
  15. Peraturan Daerah (PERDA) No.9 Tahun 2015 tentang Kesehatan Ibu dan Anak, (2015).
  16. Profita, A. C. (2018). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Posyandu di Desa Pengadegan Kab. Banyumas. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 68. https://doi.org/10.20473/jaki.v6i2.2018.68-74
  17. Purnomo, G. A., & Suratini, S. (2014). Pengaruh Pelatihan Kader tentang Posyandu Terhadap Kemampuan Pengelolaan Posyandu di Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih Kulon Progo. STIKES ’Aisyiyah Yogyakarta.
  18. Sistiarani, C., Gamelia, E., & Hariyadi, B. (2014). Analisis Kualitas Penggunaan Buku Kesehatan Ibu Anak. KESMAS - Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 14–20. https://doi.org/10.15294/kemas.v10i1.3065
  19. Sukandar, H., Faiqoh, R., & Effendi, J. S. (2018). Hubungan Karakteristik terhadap Tingkat Aktivitas Kader Posyandu Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Jurnal Sistem Kesehatan, 4(38), 102–109.
  20. Tse, A. D. P., Suprojo, A., & Adiwidjaja, I. (2017). Peran Kader Posyandu Terhadap Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi, 6(1), 102630. https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fisip/article/view/372/305
  21. Wijhati, E., Suryantoro, P., & Rokhanawati, D. (2017). Optimalisasi Peran Kader dalam Pemanfaatan Buku KIA di Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta. Jurnal Kebidanan, 6(2), 112. https://doi.org/10.26714/jk.6.2.2017.112-119