Main Article Content

Abstract

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh Mycobactrium tuberculosis. Tuberculosis masih menjadi penyebab utama morbilitas dan mortalitas pada anak di dunia, namun kurang mendapatkan prioritas dalam penanggulangannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden, pemberian imunisasi BCG, perilaku orang tua perokok dan riwayat keluarga penderita TB dengan kejadian TB pada Balita umur 0 – 59 bulan yang tinggal di daerah kumuh di Indonesia.  Analisis menggunakan data Riskesdas tahun 2013 milik Badan Litbang Kesehatan. Sampel dikumpulkan dari 34 provinsi di Indonesia. Variabel dalam analisis ini adalah variabel dependen (penyakit TB Paru) dan variabel independen adalah karakteristik (jenis kelamin, umur, tempat tinggal, jumlah ART), imunisasi BCG, ART merokok, dan riwayat keluarga menderita TB. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional untuk mengetahui risiko TB Paru pada Balita di daerah kumuh Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru pada Balita usia 0 – 59 bulan adalah jenis kelamin dan jumlah penghuni dalam rumah (p-value < 0,05). Variabel yang paling dominan adalah jenis kelamin laki laki yang mempunyai peluang 1,6 kali lebih besar untuk terinfeksi TB Paru dibandingkan dengan perempuan. Pencegahan penyakit TB paru untuk masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh adalah membuat lingkungan menjadi bersih walaupun padat penduduk. Pelayanan imunisasi lengkap gratis menjadi prioritas di lingkungan tersebut

Keywords

Tuberculosis Balita Daerah Kumuh

Article Details

How to Cite
Made Agus Nurjana, Gunawan, & Dwi Hapsari Tjandrarini. (2020). Risiko Tuberculosis Paru Pada Balita Di Daerah Kumuh Indonesia. Prosiding Poltekkes Kemenkes Palu, 1(1), 18-29. Retrieved from http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/PPKP/article/view/4