Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data dari Puskesmas Mangkupalas, masalah gizi ditemukan di SDN 013 Samarinda Seberang, dari 80 siswa, terdapat 78 siswa gizi buruk. sebuah survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan (2010) menemukan bahwa sebanyak 40,6 persen penduduk Indonesia mengkonsumsi makanan di bawah 70% dari Tingkat Kecukupan Gizi yang direkomendasikan (RDA) dan sebanyak 41,2 persen terjadi pada anak usia sekolah, jadi para peneliti ingin mengetahui hubungan antara status gizi dan asupan makanan dengan konsentrasi belajar. Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan konsentrasi belajar siswa di Sekolah Dasar 013 Mangkupalas Samarinda  Desain: desain penelitian ini adalah metode cross-sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah 70 siswa kelas V SDN 013 Mangkupalas, konsentrasi belajar diukur menggunakan digit simbol test, status gizi diukur dengan indeks BMI / Umur, dan kecukupan energi diukur menggunakan food recall. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan konsentrasi belajar siswa di Sekolah Dasar 013 Mangkupalas Samarinda, namun, ditemukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kecukupan energi dan konsentrasi belajar. kontribusi variabel kecukupan energi terhadap konsentrasi belajar adalah 36,2%. Kesimpulan: dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan konsentrasi belajar siswa di SDN013Mangkupalas Samarinda, namun, ditemukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kecukupan energi dan konsentrasi belajar

Keywords

status gizi konsentrasi belajar Status Gizi kecukupan energi

Article Details

How to Cite
Kurniati Dwi Utami, Ratnawati, & Artika Dewie. (2020). Hubungan Status Gizi Dan Kecukupan Energi Dengan Konsentrasi Belajar Di Sdn 013 Mangkupalas. Prosiding Poltekkes Kemenkes Palu, 1(1), 30-40. Retrieved from http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/PPKP/article/view/5