Main Article Content

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat mortalitas bayi yang cukup signifikan terutama pada periode perinatal, neonatal dan post-natal. Faktor yang berkontribusi terhadap tingginya  mortalitas pada neonatus (BBL) salah satunya adalah asfiksia. Kemahiran tenaga kesehatan dalam melakukan resusitasi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan merupakan ujung tombak dalam usaha menurunkan risko kematian BBL. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya prosedur tindakan penangan resusitasi pada BBL dengan asfiksia. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan observasional. Populasi adalah seluruh bayi baru lahir dengan asfiksia. Sampel berjumlah 15 orang. Data dianalisa dengan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan tindakan resusitasi awal yang sesuai sebanyak 8 tindakan (53,3%) dan tindakan kurang sesuai 7 tindakan (46,7%). Sebagian besar tindakan sesuai yaitu 8 tindakan (93,3%) pada resusitasi lanjutan. Kesimpulan bahwa tenaga kesehatan dalam memberikan tindakan resusitasi awal hampir sama antara tindakan yang sesuai dengan kurang sesuai. Sementara tindakan resusitasi lanjutan sebagian besar dilakukan dengan sesuai prosedur resusitasi bayi baru lahir. Rekomendasi penelitian ini agar dijadikan bahan acuan bagi perawat untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian prosedur tindakan resusitasi neonatus.

Keywords

Asfiksia bayi baru lahir resusitasi

Article Details

Author Biographies

Fitria Masulili, Poltekkes Kemenkes Palu

FITRIA MASULILI Poltekkes Kemenkes Palu Pendidikan Profesi Ners SINTA ID : 6674805

Baiq Emy Nurmalisa, Poltekkes Kemenkes Palu

PRODI DIII KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES PALU

How to Cite
Umar, N., Fitria Masulili, & Baiq Emy Nurmalisa. (2020). Analisis Kesesuaian Prosedur Tindakan Resusitasi pada Neonatus dengan Asfiksia di Ruang Peristi RSU Anutapura Palu: Analysis of The Suitability of Neonatal Resuscitation Procedures with Birth Asphyxia at High Risk Patients Room of Anutapura General Hospital. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(1), 58-67. https://doi.org/10.33860/jik.v14i1.54

References

  1. American Heart Association and Academy of Pediatrics. Textbook of neonatal resuscitation. USA: American Heart Association and Academy of Pediatrics.; 2006.
  2. Dharmasetiawani N. Buku ajar: Neonatologi. Pertama. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.; 2010.
  3. Australian Resuscitation Council. Neonatal guidelines. Australia: Australian Resuscitation Council; 2006.
  4. Kemenkes RI. Buku saku: Pelayanan kesehatan neonatal esensial. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Anak Kemenkes RI.; 2010.
  5. Pusponegoro, Kosim, Rusmin, Et.al. Standar pelayanan medis kesehatan anak. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.; 2005.
  6. Saugstad OD. Practical aspects of resuscitating asphyxiated newborn infants. Eur J Peditr. 1998;157(1):11–5.
  7. Palme KC. Methods of resuscitation in low apgar score newborn infants a national survey. ActaPaediatr; 1992;739–44.
  8. Hidayat AAA. Ilmu keperawatan anak. In Jakarta: Salemba Medika; 2006.
  9. RSU Anutapura. Profil RSU Anutapura. Palu; 2014.
  10. RSU Anutapura. Profil RSU Anutapura. Palu; 2015.
  11. The Children Indonesia. Asfiksia, bayi tidak menangis saat lahir dan penanganannya. 2013.
  12. Peramal M. Gambaran asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Medan. Universitas Sumatera Utara; 2011.
  13. MANOE V, Amir I. Gangguan fungsi multi organ pada bayi asfiksia berat. Sari Pediatr. 2003;5(2):72–8.
  14. Respatiningrum, Nainggolan, Lestari. Hubungan kejadian asfiksia neonatorum dengan perkembangan bayi usia 6-12 bulan di Ruang Anggrek RSUD Kota Tanjungpinang. J Kebidanan. 2012;