Main Article Content

Abstract

Kelelahan kerja merupakan stress yang banyak dirasakan oleh pekerja dalam bidang pelayanan terhadap manusia lainnya, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kepolisian, keagamaan. Suatu study mengenai kesehatan mental pekerja menemukan bahwa orang-orang yang mengalami perasaan tidak simpatik terhadap kliennya atau konsumen yang dilayaninya kepada rekan kerjanya dapat menciptakan suasana negatif diantara satuan kerja tersebut. Tujuan diketahuinya faktor risiko kelelahan kerja pada operator SPBE PT putra arba mandiri. Jenis penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator SPBE PT Arba Mandiri. Sampel diambil dengan random sampling atau pengambilan sampel secara acak dimana anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel yaitu 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kelelahan kerja tinggi sebanyak 1 responden (2,9%). Kesimpulan kelelahan kerja banyak dialami pada umur >40 tahun sebesar 80%, dengan tekanan darah rendah sebanyak 100% dan indeks massa tubuh yang kurang sebesar 50%. Saran bagi perusahaan diharapkan untuk meningkatkan perhatian bagi kesehatan dan keselamatan para pekerja SPBE dengan berupaya agar pekerja dapat bebas dari alcohol dan bahan psikotropika  berbahaya lainnya melalui pelaksanaan medical checkup secara rutin, dan para pekerja disarankan untuk berolahraga untuk menjaga stamina, cuti dan liburan diselenggarakan sebaik– baiknya.

Keywords

kelelahan kerja tekanan darah indeks masa tubuh

Article Details

How to Cite
Politon, F. V. M., & Christine, C. (2020). Faktor Risiko Kelelahan Kerja pada Operator SPBE PT Putra Arba Mandiri: Risk Factors for Fatigue among SPBE Operators of PT Putra Arba Mandiri. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(2), 123-127. https://doi.org/10.33860/jik.v14i2.244

References

  1. Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Jakarta: Sekretariat Negara RI; 1970.
  2. Local Initiative for Osh Network. 157.313 Kasus Kecelakaan Kerja Di 2018 [Internet]. http://lionindonesia.org/. 2019. hal. 1. Tersedia pada: http://lionindonesia.org/blog/2019/04/20/157-313-kasus-kecelakaan-kerja-di-2018-ilo-ingin-peningkatan-kondisi-kerja/
  3. Irwanto BSP. Analysis of Mental and Physical Fatigue Risk Factors in Utility Unit of Petrochemical Company. Indones J Occup Saf Heal [Internet]. 30 April 2020;9(1):21. Tersedia pada: https://e-journal.unair.ac.id/IJOSH/article/view/12120
  4. Eraliesa F. Hubungan Faktor Individu dengan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tapaktuan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2008 [Internet]. Universitas Sumatera Utara; 2009. Tersedia pada: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/14721
  5. Latief AWL. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pegawai PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat : an Analysis on Factors Correlated to Officials Work Fatigue of PT PLN (Persero) of South, Southeast, and West Sulawesi Region [Internet]. Universitas Hasanuddin; 2017. Tersedia pada: http://103.195.142.59/opac/detail-opac?id=35860
  6. Windyananti A. Hubungan antara Kelelahan Kerja dengan Stress Kerja pada Tenaga Kerja di Pengolahan Kayu Lapis Wreksa Rahayu, Boyolali [Internet]. Universitas Sebelas Maret; 2010. Tersedia pada: https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/15550/Hubungan-antara-kelelahan-kerja-dengan-stress-kerja-pada-tenaga-kerja-di-pengolahan-kayu-lapis-Wreksa-Rahayu-Boyolali
  7. Tarwaka. Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. II. Jakarta: Harapan Press; 2019.
  8. Atiqoh J, Wahyuni I, Lestantyo D. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Konveksi Bagian Penjahitan Di Cv. Aneka Garment Gunungpati Semarang. J Kesehat Masy Univ Diponegoro [Internet]. 2014;2(2):119–26. Tersedia pada: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/6386
  9. Melissa T, Dwiyanti E. Gambaran Kelelahan Kerja Subjektif pada Operator Mesin Produksi Pakan Ikan. Indones J Occup Saf Heal [Internet]. 2018;7(2):191–9. Tersedia pada: https://e-journal.unair.ac.id/IJOSH/article/view/4925/pdf
  10. Ningsih SNP, Nilamsari N. Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan pada Pekerja Dipo Lokomotif PT Kereta Api Indonesia. J Ind Hyg Occup Heal [Internet]. 2018;3(1):69–82. Tersedia pada: doi.org/10.21111/jihoh.v3i1.2439
  11. Willy T. Hipotensi [Internet]. alodokter.com. 2019. Tersedia pada: https://www.alodokter.com/hipotensi
  12. Lestari N. Hubungan Kelelahan Kerja dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di DusunJambon Trihanggo Gamping Sleman [Internet]. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta; 2019. Tersedia pada: http://digilib2.unisayogya.ac.id/xmlui/handle/123456789/104
  13. Sunarsih S, Ilyas H. Hubungan Beban Kerja Dengan Terjadinya Penyakit Hipertensi Di Poliklinik Universitas Lampung. J Ilm Keperawatan Sai Betik. 2018;13(1):42–7.
  14. Supariasa IDN. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC; 2013.
  15. Suma’mur P.K. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta: Sagung Seto; 2013.
  16. Ramayanti R. Analisis Hubungan Status Gizi dan Iklim Kerja dengan Kelelahan Kerja di Catering Hikmah Food Surabaya. Indones J Occup Saf Heal [Internet]. 16 Maret 2017;4(2):177. Tersedia pada: https://e-journal.unair.ac.id/IJOSH/article/view/1748
  17. Verawati L. Hubungan Tingkat Kelelahan Subjektif dengan Produktivitas pada Tenaga Kerja Bagian Pengemasan di CV Sumber Barokah. Indones J Occup Saf Heal [Internet]. 16 Maret 2017;5(1):51–60. Tersedia pada: https://e-journal.unair.ac.id/IJOSH/article/view/3799