Main Article Content

Abstract

 Pemantauan status gizi Kabupaten Bengkulu Utara bulan Juni 2018 menunjukkan prevalensi stunting 9,03% dari total 1.289 balita yang diukur status gizi dalam status gizi stunting. Puskesmas Argamakmur merupakan salah satu yang tertinggi jumlah balita dengan status gizi stuntingberjumlah 143 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi kesehatan stunting terhadap pengetahuan dan sikap ibu di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimentdengan pre danpost test one group pada 29 Juli sampai dengan 19 Agustus 2019 di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita sedangkan sampel merupakan sebagian ibu yang memiliki anak usia 24-36 bulan dengan teknik accedental samplingsebanyak 19 responden. Analisis data menggunakan uji Compare Means Paired T-Test. Analisis data didapatkan rerata sebelum diberikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (4,95), sikap (24,21), rata- rata sesudah di berikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (7,89), sikap (29,58). Rerata pengetahuan dan sikap meningkat tentang stuntingsetelah edukasi pendidikan kesehatan dalam bentuk flipchat (lembar balik) di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara.

Keywords

Pendidikan kesehatan, pengetahuan sikap, stunting

Article Details

How to Cite
Angraini, W., Pratiwi, B. A., M. Amin, Yanuarti, R., Febriawati, H., & Shaleh, M. I. (2020). Edukasi Kesehatan Stunting di Kabupaten Bengkulu Utara: Health Education of Stunting in Bengkulu Utara. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(1), 30-36. https://doi.org/10.33860/jik.v14i1.36

References

  1. Nasrul, Hafid F, Razak Thaha A, Suriah. Faktor Risiko Stunting Usia 6-23 Bulan dI Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Media Kesehat Masy Indones. 2015;11(3):139–46.
  2. Ramadhan K. Status Gizi menurut Tinggi Badan per Umur pada Balita. Poltekita J Ilmu Kesehat [Internet]. 2019 Apr 27;13(2):96–101. Available from: http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JIK/article/view/38
  3. WHO. WHA Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. WHO. 2014;9.
  4. WHO. Reducing stunting in children. Equity considerations for achieving the Global Nutrition Targets 2025. 2018. 40 p.
  5. Unicef/ WHO/The World Bank. Levels and Trends in Child malnutrition - Unicef WHO The World Bank Joint Child Malnutrition Estimates, key findings pf the 2019 edition. Unicef. 2019;4.
  6. Kementerian Kesehatan RI. Buku saku pemantauan status gizi. Buku saku pemantauan status gizi tahun 2017. 2018;7–11.
  7. WHO. Interpretation guide. Nutr Landsc Inf Syst Ctry Profile Indic. 2010;1–51.
  8. Kemenkes. Penyajian Pokok-Pokok Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. 2013;
  9. Nasrul, Maudu R, Hafid F. Trend and Prevalence of Stunting in Children Under Two Years From 2007- 2016 In Central Sulawesi. Prev J Kesehat Masy. 2017;8(2):73–8.
  10. Maschinen B, Investition A, Beschaffungen G, Ersatzbeschaffungen B, Mittelherkunft S. Ringkasan Kajian Gizi; Ibu dan Anak. 2012.
  11. Dinkes Bengkulu Utara DBU. Laporan Data Pemantauan Status Gizi Kabupaten Bengkulu Utara. 2018.
  12. Nasrul, Zainul, Hafid F, Taqwin. Manfaat Media Flipchart dan Spanduk dalam Perilaku Kesehatan 1000 HPK di Sulawesi Tengah. Media Kesehat Masy Indones. 2018;14(1):52–60.
  13. Hafid F, Nasrul N. Pengaruh Pendidikan Gizi 1000 HPK Terhadap Perilaku Gizi Remaja di Sulawesi Tengah. In: Kongres Nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia XIII Makassar. ISBN: 978-602-60432-0-7; 2016. p. 497.
  14. Hestuningtyas, Tiara Rosania; Noer ER. Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Pengetahuan, Sikap, Praktik Ibu Dalam Pemberian Makan Anak, Dan Asupan Zat Gizi Anak Stunting Usia 1-2 Tahun Di Kecamatan Semarang Timur. Vol. 3. 2014. 17–25 p.
  15. Kusumaningrum R, Pudjirahaju A. Konseling Gizi Terhadap Pengetahuan Gizi Dan Sikap Ibu, Pola Makan Serta Tingkat Konsumsi Energi Dan Protein Balita Gizi Kurang. J Inf Kesehat Indones. 2018;4(1):53.
  16. Dewi, Maryati; Aminah M. Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Feeding Practice Ibu Balita Stunting Usia 6-24 Bulan. Indones J Hum Nutr. 2017;1(1):14–22.
  17. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Rineka Cipta; 2014.
  18. Suryagustina. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan StuntingTerhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu di Kelurahan Pahandut Palangka Raya. Din Kesehat. 2018;9(2).
  19. Astuti S dan, dkk. Promotive Efforts To Improve the Knowledge of Mother of Toddlers About. J Pengabdi Kpd Masy. 2018;2(6).
  20. Suryani D, Yosephin B, Miratulhaya, Dailin, Yandrizal, Bintang Agustina P, et al. Policy and determinant analysis in effort to control stunting case in bengkulu province. Indian J Public Heal Res Dev. 2018;
  21. Pratiwi BA. Pengaruh Konseling terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Avicenna. 2019;14(01).
  22. Seedhom A.E, Mohamed E.S MEM. Determinants of stunting among preschool children, Minia, Egypt. Int Public Heal Forum. 2014;1(2):6–9.
  23. Abuya BA, Onsomu EO, Kimani JK, Moore D. Influence of maternal education on child immunization and stunting in Kenya. Matern Child Health J. 2011;15(8):1389–99.
  24. Senbanjo IO, Oshikoya KA, Odusanya OO, Njokanma OF. Prevalence of and risk factors for stunting among school children and adolescents in Abeokuta, Southwest Nigeria. J Heal Popul Nutr. 2011;29(4):364–70.
  25. Olsa ED, Sulastri D, Anas E. Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. J Kesehat Andalas. 2018;6(3):523.
  26. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2017.
  27. Angraini, Wulan., Pratiwi, Bintang Agustina., Amin, Moh., Yanuarti, Riska., Hajuarti T. Berat Badan Lahir sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting di Kabupaten Bengkulu Utara. Avicenna J Ilm. 2019;14(2).